Jumat, 02 Maret 2012

MERDEKA Syariah dan iB (Mengolah Ekonomi Rakyat Dengan berKiblAt Syariah dan islamic Banking) Dan PESAN DAMAI UMKM (PEran SyAriah ecoNomic DAlam meMAjukan Industri UMKM)


Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia ditandai dengan munculnya Bank Muamalat Indonesia sebagai bank yang beroperasi dengan sistem syariah pertama di Indonesia pada 1992. Munculnya perbankan syariah di Indonesia merupakan suatu perwujudan dari permintaan masyarakat yang membutuhkan suatu sistem perbankan alternatif yang selain menyediakan jasa perbankan atau jasa keuangan yang sehat dan harus memenuhi prinsip-prinsip syariah. Kemunculan bank syariah kemudian diikuti dengan kemunculan lembaga keuangan syariah lainnya, seperti asuransi syariah, pegadaian syariah, saham syariah maupun berbagai model keuangan lainnya. Dalam perbankan di Indonesia, kita mengenal istilah iB yang dijadikan logo dari perbankan yang menyediakan pelayanan syariah.

iB bukan merupakan gudget modern keluaran perusahaan terkenal, seperti iPhone atau iPod. iB merupakan singkatan dari Islamic Banking, masih banyak orang di Indonesia yang masih tabu dengan istilah ini. Tetapi tidak sedikit orang yang sudah beralih ke Bank yang berlogo iB dalam hal penyimpanan dana, investasi, asuransi, peminjaman modal dan masih banyak lagi.
iB diresmikan sejak 2 Juli 2007 sebagai penanda identitas bersama industri perbankan syariah di Indonesia. Logo iB merupakan kristalisasi dari nilai-nilai utama system perbankan syariah yang modern, transparan, berkeadilan, seimbang dan beretika yang selalu mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan kemitraan. (Bank Indonesia,2011)
iB merupakn logo untuk memudahkan masyarakat dalam mengenali secara cepat dan menemukan kelebihan layanan perbankan syariah untuk kebutuhan transaksi keuangan. iB tidak merujuk pada nama bank tertentu, tetapi iB merefleksikan kebersamaan seluruh bank syariah di Indonesia. Seperti kita ketahui bersama, bahwa bank yang berbasis syariah di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Bank Indonesia mencatat jumlah bank umum syariah (BUS) di Indonesia telah mencapai 11 bank ditambah dengan 23 unit usaha syariah (UUS). Jumlah tersebut belum termasuk dari kantor cabang bank konvensional yang menyediakan layanan syariah.
Mengapa harus ekonomi syariah?
            Belum hilang dari ingatan kita, telah terjadi krisis global yang terjadi di Amerika Serikat dan Zona Eropa tahun 2008 silam. Pada awal Oktober 2008 silam, Dana Moneter Internasional (IMF) merilis laporan bahwa ekonomi global sedang memasuki masa tersuram dalam krisis finansial terbesar yang pernah terjadi sejak resesi gobal 1930-an. Krisis global ini merupakan salah satu indikasi gagalnya sistem perekonomian kapitalis yang banyak dianut oleh negara barat. Terbukti selama menggunakan sistem ekonomi kapitalis, krisis moneter menjadi momok yang harus diwaspadai yang terjadi secara continue. Sejak tahun 1923, 1930, 1940,1970, 1980, 1990, 1997, dan yang terbesar pada tahun 2008, bahkan hingga saat ini masih ditemukan ancaman krisis moneter dimasa yang akan datang.
            Sistem ekonomi kovensional dunia, yang masih mengenal riba dalam perputaran ekonomi menambah buruk kondisi ekonomi kalangan bawah. Riba hanya menguntungkan bagi si pemilik modal saja, sedangkan masyarakat kecil sebagai debitur sangat dirugikan dengan memberikan bunga yang cukup tinggi. Dalam hal ini, kita bisa melihat betapa tidak meratanya pertumbuhan ekonomi, seperti sajak yang mengatakan “yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin”.
            Krisis ini dapat kita lihat sebagai peluang besar karena keuangan syariah memiiki kapasitas dan kemampuan untuk menstabilkan pasar. Hal ini dapat kita lihat dari data statistik yang menunjukan asset lembaga keuangan syariah secara global terus menunjukan pertumbuhan sekitar 10% per tahun. Keuangan lembaga syariah secara global meraih pencapaian sebesar 800 juta dolar Amerika di tahun 2011, angka ini naik jika dibandingkan dengan asset awal tahun 1990 sekitar 150 juta dolar Amerika. (Zonaekis.com,2012)
 Dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat menjanjikan, ekonomi syariah dapat dijadikan solusi untuk menyelesaikan dampak dari krisis ekonomi global yang terjadi 2008 silam.
            Di Indonesia, ekonomi syariah telah menunjukan jati dirinya dengan tetap bertahan dan selamat dari guncangan krisis.  Kinerja pertumbuhan perbankan syariah dinilai cukup baik pasca terjadinya krisis. Pada tahun 2009 tercatat bahwa penyaluran pembiayaan perbankan syariah per Februari 2009 secara konsisten mengalami peningkatan sebesar 14% dari Februari 2008 sebesar 33,3% menjadi 47,3% pada Februari 2009.  (Bank Indonesia,2012)
Di lain sisi, perbankan syariah yang berlogo iB menunjukan simbol lifestyle masyarakat modern semisal iPod, iPhone yang menjanjikan gaya hidup personal, easy life, efisien, serba cepat dan mobile. Tetapi semuanya tidak  meninggalkan tujuan awal dari ekonomi syariah itu sendiri.

Perkembangan Ekonomi Syariah di Dunia dan Indonesia
Pasca terjadinya krisis moneter, banyak negara barat yang menggunakan sistem ekonomi syariah sebagai alternatif pengganti sistem konvensional seabelumnya. Inggris adalah negara barat yang pertama kali mengembangkan ekonomi syariah. The Financia Times (FT) meaporkan, pasar obligasi syariah (sukuk) nilainya mencapai 45 milyar dollar di antara surat-surat obigasi lainnya. Beberapa retail bank, seperti Lloyds TSB-bank yang merupakan bank terbesar kelima di Inggris, sudah menyediakan produk-produk berbasis syariah mulai dari tabungan sampai pinjaman untuk pembelian rumah.(Repubika Online, 2009)
Selain di Inggris, Kanada juga mengembangkan sistem keuangan syariah untuk melakukan bisnis ekspor yang dilakukan negara tersebut. Melalui Export Development Canada (EDC), Kanada mempunyai tujuan untuk menegembangkan bisnis ekspor negara tersebut melalui peningkatan bisnis syariah. EDC menandatangani nota kesepakatan kerjasama MoU dengan Isamic Coorporation for the Insurance of Investment and Export Credit (ICIEC) sebagaimana yang dimuat situs resmi pemerintah, Canada News.
Berbeda dengan Inggris, perkembangan yang baik ekonomi syariah tidak terjadi di Amerika Serikat, karena anggapan yang men-judge islam adalah teroris. Praktek ekonomi syariah dianggap sebagai ancaman oleh Amerika Serikat dan dianggap tidak sesuai dengan kontitusi negara tersebut.(Zonaekis.com, 2011)
Di Indonesia sendiri, perkembangan ekonomi syariah cukup baik terutama di bidang industri perbankan. Pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia dapat dikatakan baik, mengingat bangsa Indonesia mempunyai mayoritas penduduk muslim yang besar dan geografis yang luas, mendukung perbankan syariah dapat tumbuh dengan cepat di Indonesia.
Sepanjang tahun 2010 perbankan syariah tumbuh dengan volume usaha yang cukup tinggi mencapai 43,99 %, angka ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 26,55% dengan pertumbuhan dana yang dihimpun maupun pembiayaan yang juga reatif tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2009. (Bank Indonesia,2012)
Dari sisi kelembagaan, ada beberapa kelompok bank yang mengalami penurunan unit dan ada juga yang mengalami kenaikan unit. Penurunan tersebut terjadi pada Unit Usaha Syariah (UUS), dikarenakan adanya penutupan UUS akibat spin off yang secara kelembagaan juga menutup layanan syariahnya. Tetapi hal tersebut tidak berpengaruh terlalu besar mengingat dikeluarkannya izin usaha PT. Bank Maybank Syariah pada Oktober 2010. Tabel dibawah ini menunjukan perkembangan jaringan kantor perbankan syariah:

Sumber : Bank Indonesia, 2010
Tabel : Jaringan Kantor

Produk dan Jasa Perbankan Syariah di Indonesia
Dalam membantu mengolah perekonomian rakyat, Perbankan syariah menawarkan berbagai macam jenis produk yang dapat digunakan sesuai dengan jenis kebutuhan nasabah. Secara garis besar, produk-produk tersebut terbagi 2 yaitu Produk Pendanaan dan Produk Pembiayaan. Produk Pendanaan digolongkan lagi menjadi Giro iB, Tabungan iB, Deposito iB dan Jasa iB, sedangakan Produk Pembiayaan digolongkan lagi menjadi  Jual Beli iB, Investasi iB dan QARD iB.
Dari penggolongan produk tersebut, banyak pilihan produk yang dapat kita pilih sesuai dengan kebutuhan kita. Misalnya, dalam golongan Tabungan iB, banyak pilihan produk yang ditawarkan antara lain, Tabungan Haji iB, Tabungan Emas iB, Tabungan Berencana iB, Tabungan pendidikan iB, Tabungan Perencanaan iB, Tabungan Umrah iB dan sebagainya. Dibeberapa jenis produk kita bisa menentukan AKAD sesuai dengan keinginan kita, misalnya pada Tabungan Haji iB, kita bisa menentukan AKAD yang ingin kita gunakan Wadiah atau Mudharabah.

Peran Perbankan Syariah dalam Memajukan UMKM
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kegiatan ekonomi yang utama dalam mengatasi pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Meskipun telah menunjukan perannya dalam mengurangi pengangguran, namun masih banyak kendala yang harus dihadapi oleh UMKM dalam  perkembangannya di Indonesia. Salah satunya adalah masalah permodalan yang sulit diperoleh. Permodalan  UMKM yang kurang mengakibatkan sulit berkembangnnya usaha tersebut, karena pemilik hanya mengandalkan modal sendiri yang terbatas. Banyak penyedia jasa keuangan yang bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha mikro dan kecil, tapi masih memungut bunga yang cukup besar. Hal ini mengakibatkan para pengusaha mikro dan kecil sering kali mengurungkan niat mereka untuk meminjam modal kerja.
Melihat fenomena yang seperti itu, disinilah peran perbankan syariah sangat diperlukan. Dalam perjalanannya perbankan syariah menjadi prioritas dalam membantu penyaluran dana untuk UMKM. Hal ini tercermin pada alokasi pembiayaan baik modal kerja maupun investasi ke sektor tersebut yang mencapai Rp.47,17 triliun dengan porsi 77,37% dari total Pembiayaan Yang Diberikan (PYD) bank umum dan unit usaha syariah (UUS). (Bank Indonesia , 2012)
Pembiayaan Yang Diberikan (PYD) yang diberikan terus meningkat, semua ini dapat terlihat dari pertumbuhan pembiayaan sektor UMKM yang meningkat pesat dari 19,86% pada September 2009 (kwartal III, 2009) menjadi 44,81% pada tahun 2010 di kwartal yang sama. Grafik dibawah  ini menunjukan Pembiayaan UMKM oleh Perbankan Syariah sejak Kwartal I tahun 2005 samapai Kwartal III tahun 2010.

Sumber : Bank Indonesia, 2012
Grafik : Pembiayaan UMKM oeh Perbankan Syariah

Dengan adanya kerjasama pemerintah, bank syariah juga menjadi agen pemerintah untuk kredit program bagi nasabah UMKM seperti Kredit Usaha Kecil (KUK), Kredit Usaha Tani (KUT) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Diharapkan dengan adanya program tersebut potensi nasabah UMKM dapat tergarap secara merata, sehingga UMKM dapat berkembang menjadi Usaha Menengah Besar (UMB) yang dapat melahirkan UMKM baru yang sehat dalam berbisnis sesuai syariah islam.

 Peran Pemerintah dalam Pengembangan Perbankan Syariah
Melihat kesehatan ekonomi yang ditunjukan dengan adanya Perbankan Syariah, pemerintah mulai serius dalam mengelola potensi tersebut. Hal ini dapat kita lihat dengan disahkannya UU No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Dengan demikian, pemerintah mengaharapkan perbankan syariah dapat membantu dalam menunjang pelaksanaan pembangunan nasional, yang tertuang dalam Pasal 2 dan 3 Undang-undang No.21 Tahun 2008.
Kesimpulan :
Sekarang ini ekonomi syariah bukan hanya menjadi alternatif perekonomian lagi, ekonomi syariah adalah sebuah solusi perekonomian yang menggantikan perekonomian kapitalis.  Dengan mengembangkan ekonomi syariah diharapkan tidak ada lagi "yang kaya makin kaya, dan yang miskin makin miskin." sebagai solusi ekonomi, ekonomi syariah dimaksudkan untuk mengelola ekonomi secara adil sesuai dengan prinsip syariah. Dalam perkembangannya ekonomi syariah mengharapkan "ringan sama dijinjing dan berat sama dipikul" dengan kata lain mengajak kita untuk bersama-sama dalam membangun perekonomian Indonesia di segala lini tingkat ekonomi, sehingga perkembangan perekonomian bisa merata. Ayo ciptakan kesehatan ekonomi dengan perekonomian syariah, bangun negeri ini dan ciptakan kesejahteraan rakyat... ekonomi syariah BISA!!!! Indonesia JAYA!!! (Ary Setiyawan)
 

Selasa, 10 Januari 2012

JENIS FILE ( Berdasarkan Fungsinya )


1. Enterpise PD MAJU ZAYA 
 
A. Master File yang diperlukan toko bahan bangunan PD. MAJU ZAYA
  • Rekening Master File
  • Supplier Master File
  • Customer Master File
  • Inventory Master File
  • Employee Master File
B. Transaction File yang dibutuhkan PD Maju Zaya
  • Pembelian Persedian Barang Dagang ( Purchase Inventory)
  • Penjualan Barang Dagang (Sales Inventory)
  • Pengembalian Penjualan ke Supplier ( Sales Return )
  • Pengembalian Pembelian dari Customer (Purchase Return)
C. Jenis Master File yang digunakan :
Reference Master File
  • Berkas Supplier seperti Kode Perusahaan, Nama Supplier, Alamat, No Telp
  • Berkas Customer seperti Kode Perusahaan, Nama Customer, Alamat, No Telp
  • Berkas Employee seperti Kode Pegawai, Nama Pegawai, Alamat, No Telp
Dynamic Master File
  • Berkas Inventory seperti stock (jumlah) Persediaan Barang
D. Atribut untuk File Barang (Inventory File)
  • Kode Barang
  • Nama Barang
  • Kode Supplier
  • Harga Beli (Rp)
  • Harga Jual (Rp)
  • Jumlah Persedian (unit)
2. Perbedaan antara sistem pemrosesan file dengan sistem basis data
Sistem pemrosesan file :
a. Program oriented

b. Kaku

c. Kemungkinan timbulnya kerangkapan data

d. Keamanan data kurang
Sistem basis data :
a. Data Oriented

b. Luwes

c. Terkontrolnya kerangkapan data

d. Keamanan data terjamin
3. Perhatikan Tabel dibawah ini :
a. Atribut
Atribut merupakan kolom pada sebuah relasi. Setiap entitas pasti memiliki aribut yang mendeskripsikan karakter dari entitas tersebut. Penentuan atau pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting dalam pembentukan model data. Atribut pada tabel:
Kolom Kode_Matkul, Nama_Matkul, SKS, Semester, Waktu, Tempat, Nama_Dosen
b. Tuple
Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang. Tuple pada tabel,salah satunya adalah :


IF-110
Struktur data
3
1
Senin, 08.00-09.00 dan                        Kamis, 11.00-11.50
Ruang A
Dr. Umar Hakim
c. Domain
Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut
IF-310
 KU-234
MA-115

       ( a )
Struktur data
Basis Data
Bahasa Indonesia
Matematika
             ( b )
keterangan :
(a) = merupakan domain dari atribut Kode_Matkul

(b) = merupakan domain dari atribut Nama_Matkul
d. Derajat
Jumlah atribut dalam sebuah relasi. Dalam tabel diatas terdapat 7 atribut dalam satu relasi.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Referensi :

Materi Perkuliahan, Pertemuan 1,2,3 & 4, Universitas Gunadarma

ana.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/.../SBD1Pertemuan3dan4.pdf



Jumat, 25 November 2011

Basis Data (mengenal istilah dalam Basis Data)

1. Perbedaan antara sistem pemrosesan file dengan sistem basis data
Sistem pemrosesan file :
a. Program oriented

b. Kaku

c. Kemungkinan timbulnya kerangkapan data

d. Keamanan data kurang
Sistem basis data :
a. Data Oriented

b. Luwes

c. Terkontrolnya kerangkapan data

d. Keamanan data terjamin
2. Definisi dari enterpise, tuple dan derajat
a. Enterprise
Suatu bentuk organisasi seperti : bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb. Data yang disimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise.
Contoh data operasional : data keuangan, data mahasiswa, data pasien
b. Tuple
Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang, misalnya : NPM, nama mahasiswa, alamat, kota, dll.
c. Derajat
Jumlah atribut (merupakan kolom) dalam sebuah relasi
3. Ada 3 buah model database record, yaitu :
a. model data relasional (relational)

b. model data hierarkhi (hierarchical)

c. model data jaringan (network)
4. Ada 2 bahasa dalam DBMS,yaitu :
1. Bahasa formal

2. Bahasa komersial
5. Definisi, dan bagian yang dimaksud dalam tabel di bawah ini:

a. Atribut
Atribut merupakan kolom pada sebuah relasi. Setiap entitas pasti memiliki aribut yang mendeskripsikan karakter dari entitas tersebut. Penentuan atau pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting dalam pembentukan model data. Atribut pada tabel:
Kolom Kode_Matkul, Nama_Matkul, SKS, Semester, Waktu, Tempat, Nama_Dosen
b. Tuple
Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang. Tuple pada tabel,salah satunya adalah :


IF-110
Struktur data
3
1
Senin, 08.00-09.00 dan                        Kamis, 11.00-11.50
Ruang A
Dr. Umar Hakim
c. Domain
Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut
IF-310
 KU-234
MA-115

       ( a )
Struktur data
Basis Data
Bahasa Indonesia
Matematika
             ( b )
keterangan :
(a) = merupakan domain dari atribut Kode_Matkul

(b) = merupakan domain dari atribut Nama_Matkul
d. Derajat
Jumlah atribut dalam sebuah relasi. Dalam tabel diatas terdapat 7 atribut dalam satu relasi.
e. Cardinally
Jumlah tupel dalam sebuah relasi. Dalam tabel diatas terdapat 4 tupel dalam satu relasi.
f. Super Key
Satu atribut / kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tuple di dalam relasi.
{Kode_Matkul}, atau {Nama_Matkul, SKS}, atau { Kode_Matkul, Nama_Matkul, SKS}, ketiganya disebut sebagai super key dari Mata Kuliah
g. Primary Key
Merupakan satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik, tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entitas. Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasikan tuple secara unik dalam relasi.
Primary key pada tabel diatas adalah Kode_Matkul.



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Referensi :


Materi Perkuliahan, Pertemuan 1,2,3 & 4, Universitas Gunadarma

ana.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/.../SBD1Pertemuan3dan4.pdf

Kamis, 20 Oktober 2011

Basis Data dan Perusahaan yang Memakainya

Definisi database 
Database adalah suatu kumpulan data-data yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk informasi yang sangat berguna. Database terbentuk dari sekelompok data-data yang memiliki jenis/sifat sama.

Komponen Basis Data
Komponen Basis Data terdiri dari:

1. Komponen Data Access
      Komponen Data Access adalah komponen non-visual. Merupakan komponen yang secara langsung berhubungan dengan database (file secara fisik). Komponen data access hanya melakukan akses dengan database, seperti membuka tabel, membaca record, mengubah record dan sebagainya tanpa memperhatikan apa yang ditampilkan pada pengguna. Contoh komponen yang digunakan pada basis data Ms. Acces :
  • Data Source    : Bertindak sebagi penghubung antara data access component dengan komponen-komponen visual.
  • Table         : Bertindak sebagai DataSource yang mengakses record dari tabel.
  • Query        : Bertindak sebagai DataSource yang mengakses record dari tabel berdasarkan perintah SQL query.
  • StoredProc        : Bertindak sebagai DataSource yang mengakses record dari tabel berdasarkan perintah Stored Procedure (perintah SQL Query yang telah dibuat sebelumnya) untuk database server.
  • Database        : Menciptakan client/server connection dengan sebuah database dalam session.
  • Session        : Menciptakan sebuah session dalam sebuah aplikasi Multithreaded database.
  • BatchMove    : Digunakan jika kita ingin memindahkan record/field dari  sebuah tabel ke tabel lainnya secara cepat (seluruhnya).
  • UpdateSQL     : Menjalankan perinah SQL seperti INSERT, UPDATE dan DELETE.
  • NestedTable    : Bertindak sebagai DataSource yang mengakses record dari tabel yang bersarang.
2. Komponen Data Controls
      Komponen Data Control adalah komponen visual yang juga merupakan komponen data-aware atau disebut juga visual-controls. Komponen ini melakukan interaksi antara pengguna dengan datasource (data source adalah salah satu komponen data data access components). Dengan komponen ini kita dapat menyusun tampilan untuk pemakai. Misalnya menampilkan record dan menampilkan image. Contoh komponen yang digunakan pada basis data Ms. Acces :
  • DBGrid    : Komponen visual untuk grid dinamis yang digunakan untuk menampilkan dan meng-edit data dalam bentuk tabular menyerupai tampilan spreadsheet excel.
  • DBNavigator    : Komponen visual yang terdiri dari sejumlah tombol-tombol navigasi dan tombol operasi basis data seperti: insert, delete, edit dan post.
  • DBText        : Komponen visual berbentuk label, digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah field pada record yang sedang aktif.
  • DBEdit         :Komponen visual berbentuk kotak edit, digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah field pada record yang sedang aktif.
  • DBMemo        : Komponen visual memo, digunakan untuk menampilkan isi dari sebuah field pada record yang sedang aktif.
  • DBImage        : Komponen visual berbentuk kotak gambar, digunakan untuk menampilkan, memotong atau menempelkan citra bitmapped BLOB (Binary Large OBject) ke dan dari record yang sedang aktif.
  • DBListBox    :Komponen visual berbentuk list box, box yang dapat digulung. Digunakan untuk menampilkan nilai-nilai sebuah kolom dari sebuah tabel.
  • DBComboBox   : Komponen visual berbentuk list, box yang dapat digulung. Digunakan untuk menampilkan nilai-nilai sebuah kolom dari sebuah tabel, nilai dari kolom tersebut dapat di-edit.
  • DBCheckBox    : Komponen visual berbentuk check box, digunakan untuk menampilkan atau mengubah sebuah data field bertipe boolean pada record yang sedang aktif.
  • DBRadioGroup  : Komponen visual untuk menampilkan sejumlah pilihan berbentuk radio button.
  • DBLookupListBox : adalah sebuah komponen visual berbentuk list box dimana item-item yang ditampilkan dapat diambil dari sebuah dataset, secondary data source, data field atau key.
  • DBLookupCombobox : DBLookupListBox adalah sebuah komponen visual berbentuk combo box dimana item-item yang ditampilkan dapat diambil dari sebuah dataset, secondary data source, data field atau key.
  • DBRichEdit      : DBRichEdit adalah sebuah multiline edit control yang dapat digunakan untuk menampilkan dan meng-ubah sebuah rich edit memo field dalam sebuah dataset.
  • DBCtrlGrid      : DBCtrlGrid adalah sebuah control yang dapat menampilkan banyak field dari banyak record dalam sebuah format tabular grid. Tiap cell dalam sebuah grid menampilkan banyak fields
    dari sebuah record.
  • DBChart          : Untuk menampilkan data dalam bentuk grafik.

3. Komponen ADO
        Komponen pada halaman ADO dari Component Pallet memungkinkan Anda terhubung ke informasi database menggunakan ActiveX Data Objects (ADO). Contoh komponen yang digunakan pada basis data Ms. Acces :
  • ADOConnection : Digunakan untuk membangun koneksi dan menyediakan berbagai layanan dengan basis data melalui ADO.
  • ADOCommand : Menjalankan perintah SQL pada basis data ADO.
  • ADODataSet    : Menampilkan data dari satu atau lebih tabel dalam sebuah basis data ADO dan mengijinkan komponenkomponen visual untuk memanipulasi data yang ada dengan cara menghubungkan komponen-komponen visual tersebut dengan dengan komponen data source.Komponen ini dapat digunakan untuk menggantikan komponen ADOTable, ADOQuery atau ADOStoredProc.
  • ADOTable       : Menyajikan data dari sebuah tabel pada sebuah basis data melalui ADO dan mengijinkan komponenkomponen visual untuk memanipulasi data yang ada dengan cara menghubungkan komponen-komponen visual tersebut dengan dengan komponen data source.
  • ADOQuery    : Menggunakan perintah-perintah SQL untuk menampilkan data dari sebuah tabel fisik pada basis data melalui ADO dan mengijinkan komponenkomponen visual untuk memanipulasi data yang ada dengan cara menghubungkan komponen-komponen visual tersebut dengan dengan komponen data source.
  • ADOStoreProc   : Digunakan untuk mengakses stored Procedure (perintah tersimpan) pada server melalui ADO.
  • RDSConnection  : Digunakan untuk mengelola sejumlah data ketika sebuah Objek recordset berpindah dari satu proses atau mesin ke proses atau mesin lainnya. Gunakanlah TRDSConnection ketika membangun multi-tier applications yang menggunakan bussiness Object (Applications Servers).


Perusahaan atau Departemen yang Menggunakan Basis Data


       Kami mengambil sample dari Departemen Keuangan untuk mengamati sejauh mana basis data digunakan dalam Departemen tersebut. Sample yang kami ambil dari Departemen tesebut adalah pada Ditjen Perbendaharaan negara.

Alasan Menggunakan Basis Data

    Alasan Departemen Keuangan pada umumnya dan Ditjen Perbendaharaan khususnya menggunakan basis data dalam pengolahan data, antara lain merupakan salah satu upaya konkrit untuk mewujudkan transparasi dan akuntabilitas pengolahan keuangan negara. Yang terdiri dari penyampaian pelaporan pertanggung jawaban keuangan pemerintah yang memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti standar akuntansi pemerintahan (SAP),diatur dalam UU No. 17 Tahun 2003 mengenai Keuangan Negara yang mensyaratkan bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelakasana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) disusun dan disajikan sesuai dengan SAP yang ditetapkan dengan peratuan pemerintah. Dalam rangka penyusunan anggaran yang sesuai prinsip-prinsip dasar pengelolaan keuangan negara yang baik (best practice), perlu diselenggarakan suatu Sistem Informasi Akuntansi (SIA).

Database Management System (DBMS) yang Digunakan

         Program DBMS yang digunakan pada SIA Ditjen Pembendaharaan tediri dari dua jenis, yaitu Orafin dan MS-Visual FoxPro. Orafin merupakan program datbase yang digunakan pada kantor pusat dan Kanwil Ditjem Pembendaharaan. Pada kantor pusat digunakan program orafin yang diinstall sebagai server, sedangkan pada Kanwil sebagai client. Pada tingkatan KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) menggunakan MS-Visual FoxPro.

Kesimpulan Setelah Menggunakan Basis Data

          Banyak hal positif yang didapat Ditjen Perbendaharaan setelah menggunakan database. Sehubungan banyaknya data, klasifikasi dan tingkatan dari informasi yang dihasilkan, manajemen database sangatlah membantu. Dengan database yang terdistribusi dapat menyimpan dan mendistribusikan database dari entitas terendah ke tingkatan yang lebih tinggi dengan menggunakan bantuan jaringan WAN (Wide Area Network) di kantor pusat Ditjen Perbendaharaan. DBMS juga memudahkan untuk melakukan pemusatan data. Pengelolaan data keuangan juga menjadi efisien dan akses terhadap data yang tersimpan dalam suatu aplikasi lebih mudah dengan cara terhubung dengan database. Mengingat DBMS SIA Ditjen Perbendaharaan menggunakan struktur database relasional, banyak keuntungan yang didapatkan dibandingkan struktur database lainnya (struktur hierarkis dan jaringan). Misalnya dalam menyimpan dan mengakses data dan informasi sesuai kebutuhan, semua itu dapat dilakukan dengan efisien dengan menggunakan struktur tersebut.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Referensi :