Selasa, 20 Maret 2012

Perencanaan Organisasi Kewiraswastaan

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui sebelum menyusun perencanaan organisasi, antara lain :
 1.1              Definisi Perencanaan
Perencananaan adalah proses  menentukan cara suatu organisasi bisa mencapai tujuannnya, dengan tindakan yang tepat melalui proses ananlisa,evaluasi, seleksi kesempatan-kesempatan yang diprediksi sebelumnya.
1.2              Tujuan Perencanaan
Tujuan perencanaan adalah membentuk usaha yang terkoordinasi dalam organisasi.
Ada 2 tujuan dalam Perencanaan Organisasional :
·         Tujaun perlindungan (Protective) : meminimalisir resiko.
·         Tujuan kesepakatan ( Affirmitive) : meningkatkan tingkat keberhasilan organosasi
Menurut Koontz O’Donnel, Perencanaan adalah “untuk melancarkan pencapaian usaha dan tujuan”
1.3              Kerugian dan Keuntungan Perencanaan
Keuntungan Perncanaan :
§  Membantu wirausahawan berorientasi ke masa depan
§  Koordinasi keputusan yang tidak dibuat sekarang tidak mempengaruhi keputusan yang harus dibuat besok
§  Menekan tujuan-tujaun organisasisasional agar berjalan konstan dalam pencapaiannya.
Kerugian Perencanaan :
Penekanan pada perencanaan akan membuang banyak waktu manajemen, dan oleh sebab itu waktu yang digunakan dalam perencenaan dengan fungsi lain manajemen harus dibagi dengan baik.

1.4              Jenis-jenis Perencanaan
A.    Perencanaan Strategis
Perencanaan jangka panjang yang difokuskan pada organisasi secara keseluruhan,sehingga wirausahawan memandang organisasi sebagai suatu unit total dan melakukan keputusan jangka panjang untuk mencapai tujua organisasi. Perencanaan jangka panjang ini dapat tercapai dalam kurun waktu 3 smapai 5 tahun mendatang.
a.       Definisi Strategis
Strategi sebagai rencana luas dana umum yang dikembangkan untuk mencapai tujuan orgaisasi jangka panjang, sehingga strategi merupakan hasil akhir dari perencanaan strategis.
b.      Manajemen Strategis
Manajemen strategis merupakan proses yang menjamin bahwa proses dan manfaat organisasi dari penggunaan strategi organisasional yang tepat. Strategi yang tepat adalah strategi yang sesuai untuk kebutuhan organisasi pada saat tertentu .Empat langkah proses dalam manajemen strategis :
1.      Perumusan strategi
2.      Implementasi strategi
3.      Pengukuran hasil strategi
4.      Evaluasi strategi
B.     Perncanaan Taktis
Perencanaan taktis, yaitu perencanaan jangka pendek yang menekankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan,dapat tercapai dalam jangka waktu 1 tahun atau kurang.
1.5              Perencanaan dan Tingkatan Manajemen
Tingkatan manajemen dalam perencanaan :
a.         Manajemen Puncak : mempunyai tanggung jawab utama untuk melihat apakah perencanaan sudah dilaksanakan apa tidak.
b.        Manajemen tingkat Menengah
c.         Manajemen tingkat Bawah

Tipe Perencanaan :
a.       Manajer tingkat bawah membuat perencanaan jangka pendek dengan keahlian operasi harian.
b.      Manajer tingkat menengah membuat perencanan jangka yang agak panjang
c.       Manajer puncak membuat perencanaan jangka panjang sesuai situasi organisasi keseluruhan.

1.6       Langkah-langkah dalam proses perencanaan yaitu:
1.      Menyatakan tujuan organisasi
2.      Memilih berbagai cara alternative untuk mencapai tujuan
3.      Mengembangkan premis yang menjadi dasar alternative
4.      Memilih alternative terbaik untuk mencapai tujuan
5.      Pengembangan rencana berdasarkan alternative yang dipilih
6.      Mengfungsikan rencana-rencana kedalam tindakan-tindakan

1.7       Tiga pendekatan untuk melaksanakan fungsi perencanaan
1.      Pendekatan probabilitas tinggi
2.      Pendekatan maksimasi
3.      Pendekatan adaptasi


1.8       Rencana – rencana
Suatu rencana merupakan suatu tindakan tertentu yang diusulkan untuk membantu organisasi mencapai tujuannya. Suatu rencana mempunyai empat dimensi besar:
1.      Perulang dimensi
2.      Waktu
3.      Jangkauan
4.      Tingkatan

Jenis-jenis rencana :
1.      Rencana tetap, bisa dibagi menjadi kebijaksanaan, prosedur, dan aturan
2.      Rencana sekali pakai, bisa dibagi menjadi program dan anggaran.

1.9       Alat-alat perencanaan yaitu:
1.         Peramalan
yaitu teknik prediksi terjadinya lingkungan masa depan yang akan mempengaruhi operasi organisasi.
2.         Metode analisis runtun waktu
Digunakan untuk memprediksi penjualan dimasa mendatang dengan menganalisa hubungan historis antara waktu dan penjualan.
3.         Penjadwalan
Proses perumusan daftar aktivitas yang mendetail yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi. Ada 2 macam penjadwalan :
Peta Gant (Gant Chart)
Merupakan diagram balok (bar graph) dengan waktu pada sumbu horizontal dan sumber daya yang dijadwalkan berada pada sumbu vertical
PERT (Program Evaluation and Review Techinique)
Merupakan aktivitas proyek yang menunjukkan baik estimasi waktu yang diperlukan


Perencanaan Organisasi adalah salah satu hal yang penting dalam memulai sesuatu. Dengan rencana yang baik, maka organisasi yang dibentuk juga akan baik dan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan ke depannya. Dengan Organisasi yang baik, kita dapat menghasilkan output yang baik pula, keefffektifan dan keeffisien dapat tercapai dalam mewujudkan tujuan bersama (Ary Setiyawan)


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Referensi :
Modul Kewirausahaan, Universitas Gunadarma

Sabtu, 10 Maret 2012

Pendanaan Bank Syariah kepada UMKM mendorong Wirausahawan Muda untuk Berkembang

Peran Perbankan Syariah dalam Memajukan UMKM
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kegiatan ekonomi yang utama dalam mengatasi pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Meskipun telah menunjukan perannya dalam mengurangi pengangguran, namun masih banyak kendala yang harus dihadapi oleh UMKM dalam  perkembangannya di Indonesia. Salah satunya adalah masalah permodalan yang sulit diperoleh. Permodalan  UMKM yang kurang mengakibatkan sulit berkembangnnya usaha tersebut, karena pemilik hanya mengandalkan modal sendiri yang terbatas. Banyak penyedia jasa keuangan yang bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha mikro dan kecil, tapi masih memungut bunga yang cukup besar. Hal ini mengakibatkan para pengusaha mikro dan kecil sering kali mengurungkan niat mereka untuk meminjam modal kerja.
Melihat fenomena yang seperti itu, disinilah peran perbankan syariah sangat diperlukan. Dalam perjalanannya perbankan syariah menjadi prioritas dalam membantu penyaluran dana untuk UMKM. Hal ini tercermin pada alokasi pembiayaan baik modal kerja maupun investasi ke sektor tersebut yang mencapai Rp.47,17 triliun dengan porsi 77,37% dari total Pembiayaan Yang Diberikan (PYD) bank umum dan unit usaha syariah (UUS). (Bank Indonesia , 2012)
Pembiayaan Yang Diberikan (PYD) yang diberikan terus meningkat, semua ini dapat terlihat dari pertumbuhan pembiayaan sektor UMKM yang meningkat pesat dari 19,86% pada September 2009 (kwartal III, 2009) menjadi 44,81% pada tahun 2010 di kwartal yang sama. Grafik dibawah  ini menunjukan Pembiayaan UMKM oleh Perbankan Syariah sejak Kwartal I tahun 2005 samapai Kwartal III tahun 2010.

Sumber : Bank Indonesia, 2012
Grafik : Pembiayaan UMKM oeh Perbankan Syariah

Dengan adanya kerjasama pemerintah, bank syariah juga menjadi agen pemerintah untuk kredit program bagi nasabah UMKM seperti Kredit Usaha Kecil (KUK), Kredit Usaha Tani (KUT) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Diharapkan dengan adanya program tersebut potensi nasabah UMKM dapat tergarap secara merata, sehingga UMKM dapat berkembang menjadi Usaha Menengah Besar (UMB) yang dapat melahirkan UMKM baru yang sehat dalam berbisnis sesuai syariah islam.

Modal Bukan Alasan
Banyak Mahasiswa yang memilih bekerja sebagai karyawan ataupun pegawai negeri sipil. Banyak alasan yang melatarbeleakanginya, salah satunya adalah masalah permodalan yang terbatas dan bunga kredit yang terlalu besar untuk membuka usaha. 
Namun semua itu bukan alasan lagi, banyak pelayanan bank syariah yang tersebar, menyediakan kredit modal usaha non bunga. Bank syariah menawarkan sistem bagi hasil bagi para pelaku UMKM yang ingin memulai bisnis ataupun mengembangkannya. diharapkan dengan ini, para wirausahawan muda dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia.


Bukan saatnya lagi untuk berpangku tangan dan meratapi nasib, banyak hal yang bisa kita lakukan. Semua peluang tak harus dikejar dan dicari, tapi beberapa peluang harus kita ciptakan sendiri. Lebih baik lagi kalau kita bisa menciptakan peluang untuk orang lain. 
(ARY SETIYAWAN)






Jumat, 02 Maret 2012

MERDEKA Syariah dan iB (Mengolah Ekonomi Rakyat Dengan berKiblAt Syariah dan islamic Banking) Dan PESAN DAMAI UMKM (PEran SyAriah ecoNomic DAlam meMAjukan Industri UMKM)


Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia ditandai dengan munculnya Bank Muamalat Indonesia sebagai bank yang beroperasi dengan sistem syariah pertama di Indonesia pada 1992. Munculnya perbankan syariah di Indonesia merupakan suatu perwujudan dari permintaan masyarakat yang membutuhkan suatu sistem perbankan alternatif yang selain menyediakan jasa perbankan atau jasa keuangan yang sehat dan harus memenuhi prinsip-prinsip syariah. Kemunculan bank syariah kemudian diikuti dengan kemunculan lembaga keuangan syariah lainnya, seperti asuransi syariah, pegadaian syariah, saham syariah maupun berbagai model keuangan lainnya. Dalam perbankan di Indonesia, kita mengenal istilah iB yang dijadikan logo dari perbankan yang menyediakan pelayanan syariah.

iB bukan merupakan gudget modern keluaran perusahaan terkenal, seperti iPhone atau iPod. iB merupakan singkatan dari Islamic Banking, masih banyak orang di Indonesia yang masih tabu dengan istilah ini. Tetapi tidak sedikit orang yang sudah beralih ke Bank yang berlogo iB dalam hal penyimpanan dana, investasi, asuransi, peminjaman modal dan masih banyak lagi.
iB diresmikan sejak 2 Juli 2007 sebagai penanda identitas bersama industri perbankan syariah di Indonesia. Logo iB merupakan kristalisasi dari nilai-nilai utama system perbankan syariah yang modern, transparan, berkeadilan, seimbang dan beretika yang selalu mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan kemitraan. (Bank Indonesia,2011)
iB merupakn logo untuk memudahkan masyarakat dalam mengenali secara cepat dan menemukan kelebihan layanan perbankan syariah untuk kebutuhan transaksi keuangan. iB tidak merujuk pada nama bank tertentu, tetapi iB merefleksikan kebersamaan seluruh bank syariah di Indonesia. Seperti kita ketahui bersama, bahwa bank yang berbasis syariah di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Bank Indonesia mencatat jumlah bank umum syariah (BUS) di Indonesia telah mencapai 11 bank ditambah dengan 23 unit usaha syariah (UUS). Jumlah tersebut belum termasuk dari kantor cabang bank konvensional yang menyediakan layanan syariah.
Mengapa harus ekonomi syariah?
            Belum hilang dari ingatan kita, telah terjadi krisis global yang terjadi di Amerika Serikat dan Zona Eropa tahun 2008 silam. Pada awal Oktober 2008 silam, Dana Moneter Internasional (IMF) merilis laporan bahwa ekonomi global sedang memasuki masa tersuram dalam krisis finansial terbesar yang pernah terjadi sejak resesi gobal 1930-an. Krisis global ini merupakan salah satu indikasi gagalnya sistem perekonomian kapitalis yang banyak dianut oleh negara barat. Terbukti selama menggunakan sistem ekonomi kapitalis, krisis moneter menjadi momok yang harus diwaspadai yang terjadi secara continue. Sejak tahun 1923, 1930, 1940,1970, 1980, 1990, 1997, dan yang terbesar pada tahun 2008, bahkan hingga saat ini masih ditemukan ancaman krisis moneter dimasa yang akan datang.
            Sistem ekonomi kovensional dunia, yang masih mengenal riba dalam perputaran ekonomi menambah buruk kondisi ekonomi kalangan bawah. Riba hanya menguntungkan bagi si pemilik modal saja, sedangkan masyarakat kecil sebagai debitur sangat dirugikan dengan memberikan bunga yang cukup tinggi. Dalam hal ini, kita bisa melihat betapa tidak meratanya pertumbuhan ekonomi, seperti sajak yang mengatakan “yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin”.
            Krisis ini dapat kita lihat sebagai peluang besar karena keuangan syariah memiiki kapasitas dan kemampuan untuk menstabilkan pasar. Hal ini dapat kita lihat dari data statistik yang menunjukan asset lembaga keuangan syariah secara global terus menunjukan pertumbuhan sekitar 10% per tahun. Keuangan lembaga syariah secara global meraih pencapaian sebesar 800 juta dolar Amerika di tahun 2011, angka ini naik jika dibandingkan dengan asset awal tahun 1990 sekitar 150 juta dolar Amerika. (Zonaekis.com,2012)
 Dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat menjanjikan, ekonomi syariah dapat dijadikan solusi untuk menyelesaikan dampak dari krisis ekonomi global yang terjadi 2008 silam.
            Di Indonesia, ekonomi syariah telah menunjukan jati dirinya dengan tetap bertahan dan selamat dari guncangan krisis.  Kinerja pertumbuhan perbankan syariah dinilai cukup baik pasca terjadinya krisis. Pada tahun 2009 tercatat bahwa penyaluran pembiayaan perbankan syariah per Februari 2009 secara konsisten mengalami peningkatan sebesar 14% dari Februari 2008 sebesar 33,3% menjadi 47,3% pada Februari 2009.  (Bank Indonesia,2012)
Di lain sisi, perbankan syariah yang berlogo iB menunjukan simbol lifestyle masyarakat modern semisal iPod, iPhone yang menjanjikan gaya hidup personal, easy life, efisien, serba cepat dan mobile. Tetapi semuanya tidak  meninggalkan tujuan awal dari ekonomi syariah itu sendiri.

Perkembangan Ekonomi Syariah di Dunia dan Indonesia
Pasca terjadinya krisis moneter, banyak negara barat yang menggunakan sistem ekonomi syariah sebagai alternatif pengganti sistem konvensional seabelumnya. Inggris adalah negara barat yang pertama kali mengembangkan ekonomi syariah. The Financia Times (FT) meaporkan, pasar obligasi syariah (sukuk) nilainya mencapai 45 milyar dollar di antara surat-surat obigasi lainnya. Beberapa retail bank, seperti Lloyds TSB-bank yang merupakan bank terbesar kelima di Inggris, sudah menyediakan produk-produk berbasis syariah mulai dari tabungan sampai pinjaman untuk pembelian rumah.(Repubika Online, 2009)
Selain di Inggris, Kanada juga mengembangkan sistem keuangan syariah untuk melakukan bisnis ekspor yang dilakukan negara tersebut. Melalui Export Development Canada (EDC), Kanada mempunyai tujuan untuk menegembangkan bisnis ekspor negara tersebut melalui peningkatan bisnis syariah. EDC menandatangani nota kesepakatan kerjasama MoU dengan Isamic Coorporation for the Insurance of Investment and Export Credit (ICIEC) sebagaimana yang dimuat situs resmi pemerintah, Canada News.
Berbeda dengan Inggris, perkembangan yang baik ekonomi syariah tidak terjadi di Amerika Serikat, karena anggapan yang men-judge islam adalah teroris. Praktek ekonomi syariah dianggap sebagai ancaman oleh Amerika Serikat dan dianggap tidak sesuai dengan kontitusi negara tersebut.(Zonaekis.com, 2011)
Di Indonesia sendiri, perkembangan ekonomi syariah cukup baik terutama di bidang industri perbankan. Pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia dapat dikatakan baik, mengingat bangsa Indonesia mempunyai mayoritas penduduk muslim yang besar dan geografis yang luas, mendukung perbankan syariah dapat tumbuh dengan cepat di Indonesia.
Sepanjang tahun 2010 perbankan syariah tumbuh dengan volume usaha yang cukup tinggi mencapai 43,99 %, angka ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 26,55% dengan pertumbuhan dana yang dihimpun maupun pembiayaan yang juga reatif tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2009. (Bank Indonesia,2012)
Dari sisi kelembagaan, ada beberapa kelompok bank yang mengalami penurunan unit dan ada juga yang mengalami kenaikan unit. Penurunan tersebut terjadi pada Unit Usaha Syariah (UUS), dikarenakan adanya penutupan UUS akibat spin off yang secara kelembagaan juga menutup layanan syariahnya. Tetapi hal tersebut tidak berpengaruh terlalu besar mengingat dikeluarkannya izin usaha PT. Bank Maybank Syariah pada Oktober 2010. Tabel dibawah ini menunjukan perkembangan jaringan kantor perbankan syariah:

Sumber : Bank Indonesia, 2010
Tabel : Jaringan Kantor

Produk dan Jasa Perbankan Syariah di Indonesia
Dalam membantu mengolah perekonomian rakyat, Perbankan syariah menawarkan berbagai macam jenis produk yang dapat digunakan sesuai dengan jenis kebutuhan nasabah. Secara garis besar, produk-produk tersebut terbagi 2 yaitu Produk Pendanaan dan Produk Pembiayaan. Produk Pendanaan digolongkan lagi menjadi Giro iB, Tabungan iB, Deposito iB dan Jasa iB, sedangakan Produk Pembiayaan digolongkan lagi menjadi  Jual Beli iB, Investasi iB dan QARD iB.
Dari penggolongan produk tersebut, banyak pilihan produk yang dapat kita pilih sesuai dengan kebutuhan kita. Misalnya, dalam golongan Tabungan iB, banyak pilihan produk yang ditawarkan antara lain, Tabungan Haji iB, Tabungan Emas iB, Tabungan Berencana iB, Tabungan pendidikan iB, Tabungan Perencanaan iB, Tabungan Umrah iB dan sebagainya. Dibeberapa jenis produk kita bisa menentukan AKAD sesuai dengan keinginan kita, misalnya pada Tabungan Haji iB, kita bisa menentukan AKAD yang ingin kita gunakan Wadiah atau Mudharabah.

Peran Perbankan Syariah dalam Memajukan UMKM
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan kegiatan ekonomi yang utama dalam mengatasi pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Meskipun telah menunjukan perannya dalam mengurangi pengangguran, namun masih banyak kendala yang harus dihadapi oleh UMKM dalam  perkembangannya di Indonesia. Salah satunya adalah masalah permodalan yang sulit diperoleh. Permodalan  UMKM yang kurang mengakibatkan sulit berkembangnnya usaha tersebut, karena pemilik hanya mengandalkan modal sendiri yang terbatas. Banyak penyedia jasa keuangan yang bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha mikro dan kecil, tapi masih memungut bunga yang cukup besar. Hal ini mengakibatkan para pengusaha mikro dan kecil sering kali mengurungkan niat mereka untuk meminjam modal kerja.
Melihat fenomena yang seperti itu, disinilah peran perbankan syariah sangat diperlukan. Dalam perjalanannya perbankan syariah menjadi prioritas dalam membantu penyaluran dana untuk UMKM. Hal ini tercermin pada alokasi pembiayaan baik modal kerja maupun investasi ke sektor tersebut yang mencapai Rp.47,17 triliun dengan porsi 77,37% dari total Pembiayaan Yang Diberikan (PYD) bank umum dan unit usaha syariah (UUS). (Bank Indonesia , 2012)
Pembiayaan Yang Diberikan (PYD) yang diberikan terus meningkat, semua ini dapat terlihat dari pertumbuhan pembiayaan sektor UMKM yang meningkat pesat dari 19,86% pada September 2009 (kwartal III, 2009) menjadi 44,81% pada tahun 2010 di kwartal yang sama. Grafik dibawah  ini menunjukan Pembiayaan UMKM oleh Perbankan Syariah sejak Kwartal I tahun 2005 samapai Kwartal III tahun 2010.

Sumber : Bank Indonesia, 2012
Grafik : Pembiayaan UMKM oeh Perbankan Syariah

Dengan adanya kerjasama pemerintah, bank syariah juga menjadi agen pemerintah untuk kredit program bagi nasabah UMKM seperti Kredit Usaha Kecil (KUK), Kredit Usaha Tani (KUT) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Diharapkan dengan adanya program tersebut potensi nasabah UMKM dapat tergarap secara merata, sehingga UMKM dapat berkembang menjadi Usaha Menengah Besar (UMB) yang dapat melahirkan UMKM baru yang sehat dalam berbisnis sesuai syariah islam.

 Peran Pemerintah dalam Pengembangan Perbankan Syariah
Melihat kesehatan ekonomi yang ditunjukan dengan adanya Perbankan Syariah, pemerintah mulai serius dalam mengelola potensi tersebut. Hal ini dapat kita lihat dengan disahkannya UU No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Dengan demikian, pemerintah mengaharapkan perbankan syariah dapat membantu dalam menunjang pelaksanaan pembangunan nasional, yang tertuang dalam Pasal 2 dan 3 Undang-undang No.21 Tahun 2008.
Kesimpulan :
Sekarang ini ekonomi syariah bukan hanya menjadi alternatif perekonomian lagi, ekonomi syariah adalah sebuah solusi perekonomian yang menggantikan perekonomian kapitalis.  Dengan mengembangkan ekonomi syariah diharapkan tidak ada lagi "yang kaya makin kaya, dan yang miskin makin miskin." sebagai solusi ekonomi, ekonomi syariah dimaksudkan untuk mengelola ekonomi secara adil sesuai dengan prinsip syariah. Dalam perkembangannya ekonomi syariah mengharapkan "ringan sama dijinjing dan berat sama dipikul" dengan kata lain mengajak kita untuk bersama-sama dalam membangun perekonomian Indonesia di segala lini tingkat ekonomi, sehingga perkembangan perekonomian bisa merata. Ayo ciptakan kesehatan ekonomi dengan perekonomian syariah, bangun negeri ini dan ciptakan kesejahteraan rakyat... ekonomi syariah BISA!!!! Indonesia JAYA!!! (Ary Setiyawan)
 

Selasa, 10 Januari 2012

JENIS FILE ( Berdasarkan Fungsinya )


1. Enterpise PD MAJU ZAYA 
 
A. Master File yang diperlukan toko bahan bangunan PD. MAJU ZAYA
  • Rekening Master File
  • Supplier Master File
  • Customer Master File
  • Inventory Master File
  • Employee Master File
B. Transaction File yang dibutuhkan PD Maju Zaya
  • Pembelian Persedian Barang Dagang ( Purchase Inventory)
  • Penjualan Barang Dagang (Sales Inventory)
  • Pengembalian Penjualan ke Supplier ( Sales Return )
  • Pengembalian Pembelian dari Customer (Purchase Return)
C. Jenis Master File yang digunakan :
Reference Master File
  • Berkas Supplier seperti Kode Perusahaan, Nama Supplier, Alamat, No Telp
  • Berkas Customer seperti Kode Perusahaan, Nama Customer, Alamat, No Telp
  • Berkas Employee seperti Kode Pegawai, Nama Pegawai, Alamat, No Telp
Dynamic Master File
  • Berkas Inventory seperti stock (jumlah) Persediaan Barang
D. Atribut untuk File Barang (Inventory File)
  • Kode Barang
  • Nama Barang
  • Kode Supplier
  • Harga Beli (Rp)
  • Harga Jual (Rp)
  • Jumlah Persedian (unit)
2. Perbedaan antara sistem pemrosesan file dengan sistem basis data
Sistem pemrosesan file :
a. Program oriented

b. Kaku

c. Kemungkinan timbulnya kerangkapan data

d. Keamanan data kurang
Sistem basis data :
a. Data Oriented

b. Luwes

c. Terkontrolnya kerangkapan data

d. Keamanan data terjamin
3. Perhatikan Tabel dibawah ini :
a. Atribut
Atribut merupakan kolom pada sebuah relasi. Setiap entitas pasti memiliki aribut yang mendeskripsikan karakter dari entitas tersebut. Penentuan atau pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting dalam pembentukan model data. Atribut pada tabel:
Kolom Kode_Matkul, Nama_Matkul, SKS, Semester, Waktu, Tempat, Nama_Dosen
b. Tuple
Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang. Tuple pada tabel,salah satunya adalah :


IF-110
Struktur data
3
1
Senin, 08.00-09.00 dan                        Kamis, 11.00-11.50
Ruang A
Dr. Umar Hakim
c. Domain
Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut
IF-310
 KU-234
MA-115

       ( a )
Struktur data
Basis Data
Bahasa Indonesia
Matematika
             ( b )
keterangan :
(a) = merupakan domain dari atribut Kode_Matkul

(b) = merupakan domain dari atribut Nama_Matkul
d. Derajat
Jumlah atribut dalam sebuah relasi. Dalam tabel diatas terdapat 7 atribut dalam satu relasi.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Referensi :

Materi Perkuliahan, Pertemuan 1,2,3 & 4, Universitas Gunadarma

ana.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/.../SBD1Pertemuan3dan4.pdf